Sebelum Ingin Melakukan Engine Swap, Perhatikan Dulu 5 Hal Berikut


Dongkrak perform mobil bermacam triknya, dari mulai yang mudah sampai hingga ada yang nekat ganti mesin asli dengan mesin lain, dengan memiliki serta tenaga semakin besar. Modifikasi semacam ini umum disebutkan engine swap, yang sekarang banyak dikerjakan pemilik kendaraan. 

Engine swap dipandang jadi satu hal yang praktis dalam tingkatkan perform satu mobil. Walau memang, ganti mesin mobil bukan satu hal yang gampang dikerjakan, sebab akan ada beberapa hal yang perlu dilihat serta diakui. 

Jika bicara modifikasi engine swap pada mobil, hal yang perlu dilihat itu sebetulnya banyak sekali serta luas ya, serta itu semua penting. Ada 5 hal lah yang perlu betul-betul dilihat oleh pemilik mobil sebelum lakukan engine swap. 

Tersebut 5 point yang butuh jadi perhatian, sebelum putuskan untuk lakukan engine swap. 

1. Arah modifikasi engine swap 

Pemilik mobil harus memastikan tujuan dari modifikasi engine swap itu terlebih dulu, sebab ini akan punya pengaruh pada penentuan mesin seperti apa yang paling cocok untuk dipakai. 

Pemilik mobil harus jelas dahulu, arah engine swap-nya ingin ke mana serta untuk apa. Apa cuma untuk pemakaian seharian, atau untuk drag race tetapi yang masih dapat digunakan harian atau juga bisa untuk persaingan balap seperti touring serta drifting. 

Jika pemilik mobil cuma inginkan penambahan perform untuk pemakaian seharian. Karena itu semestinya, pilih kemampuan mesin yang tidaklah terlalu jauh berlainan dari kemampuan mesin bawaan aslinya. 

Misalnya, untuk mesin mobil asli 1.50o cc karena itu cukup naikkan ke 1.800 cc, atau dari 1.800 cc dinaikkan ke mesin 2.000 cc. Kenaikkan kemampuan mesin yang tidak kebanyakan itu menurut dia sangatlah cukup tingkatkan perform. 

Penetapan type mesin yang akan digunakkan itu sangat penting, sebab akan memengaruhi kemampuan ruangan mesin, apa mencukupi ataukah tidak. Dan, apa mesin itu bisa menampung beberapa elemen yang lain ataukah tidak, seperti girboks, ECU, suspensi, rem dan sebagainya. 

2. Cocokkan di antara mesin serta girboks 

Sesudah memastikan mesin yang diambil, karena itu tanyakan dengan faksi bengkel atau mekanik yang memiliki pengalaman, apa girboks yang terpasang di mobil itu masih dapat menampung mesin yang akan digunakkan kelak ataukah tidak. 

Berlainan type mesin yang digunakkan telah pasti berlainan juga rasio gear pada girboksnya. Hingga, perlu untuk diketahui apa rasio girboks yang ada di mesin bawaannya masih dapat menampung ataukah tidak. Bila memang tidak, pasti semestinya ialah ganti girboks bawaan itu. 

Tiap beda type mesin kan tentu rasio gear-nya berlainan. Ditambah lagi kalau contohnya beda cc mesinnya dari yang kecil contoh 1.000 cc terus ubah ke 2.000 cc, nah ini umumnya pasti direferensikan untuk ditukar girboksnya. 

Hal itu karena mesin memiliki kecil biasanya akan mempunyai rasio gear yang panjang, sesaat mesin memiliki besar akan mempunyai rasio gear yang lebih pendek. Jika masih memaksa girboks bawaan dengan pergantian kemampuan mesin yang relevan, karena itu automatis akan berefek pada keadaan girboks selip yang mengakibatkan mobil tidak dapat meluncur. 

3. Engine Management (ECU) 

Dianjurkan untuk tahu skema engine management yang ada di mobil bawaannya itu, masih dapat menampung ubahan itu ataukah tidak. Menurut Hatar, sisi ini benar-benar penting serta harus betul-betul dilihat sebelum putuskan ganti mesin mobil. 

Jika memang ingin memakai ECU yang lama atau memakai ECU stand alone. Yakinkan apa crank sensor yang ada di mesin baru itu bisa terkoneksi dengan ECU ataukah tidak. 

Walau pergantian mesin itu masih dari type merk mobil yang sama tetapi dengan type mesin berlainan, hal tersebut tidak jamin apa ECU-nya dapat sesuai dengan. Kalaulah dapat, tidak tutup peluang ada banyak feature atau sensor yang tidak bisa dibaca oleh engine management mobil itu. 

Pilihan yang lain, umumnya orang akan memakai ECU stand alone jadi engine management. Tetapi, pemakaian ECU stand alone juga bukan tanpa ada kekurangan, masalahnya ada beberapa macam atau mobil yang memang jarang-jarang tersebar di market, nyatanya tidak bisa diakomodasi oleh ECU stand alone. 

4. Tempat serta berat mesin 

Butuh dilihat serta diakui ialah tempat dan berat dari mesin serta girboks yang akan digunakkan. Utamanya, ini terkait dengan kenyamanan serta keselamatan waktu berkendar 

Tempat mesin itu pasti harus centre. Jadi ide mesin duduk itu ialah bagaimana tempat mesin itu dapat sejajar ditengah-tengah di antara mounting serta as roda. 

Sesaat untuk berat mesin, akan memengaruhi potensi suspensi dari mobil tersebut. Mesin yang memiliki besar serta memiliki bahan basic besi pasti semakin lebih berat, dibanding mesin memiliki kecil serta memiliki bahan alumunium. 

Jika dengan menambahkan berat serta suspensi bawaan mobil tidak ditukar, maka mengakibatkan mesin jadi turun serta pasti akan beresiko waktu digunakkan. 

5. Skema pengereman 

Lihat bidang pengereman. Sama seperti seperti bidang suspensi, tiap type mobil pasti diberi skema pengereman yang sesuai potensi mesin tersebut. 

Saat ganti mesin yang memiliki besar, pasti benar-benar disarankan untuk tingkatkan bidang pengereman. Jika bidang pengereman itu tidak turut dinaikkan, di kuatirkan akan membuat mobil jadi susah untuk berhenti waktu di kecepatan tinggi. 

Tingkatkan perform mobil dengan lakukan pergantian mesin sebetulnya tidak sekedar hanya ganti bidang mesinnya saja. Tetapi, harus juga ganti serta sesuaikan beberapa komponen lain yang ada dari mobil itu. 

Oleh karenanya, jika memang ingin tingkatkan perform mobil dengan ganti mesin, karena itu semestinya tanyakan dulu pada bengkel-bengkel modifikasi yang telah memiliki pengalaman serta mengerti mobil itu.

Belum ada Komentar untuk "Sebelum Ingin Melakukan Engine Swap, Perhatikan Dulu 5 Hal Berikut"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel